Ipoh – The Historical City in Malaysia – Part 3, Heritage Trail

Setelah di post sebelumnya kita menyusuri Ipoh untuk menemukan berbagai mural dan street art yang tersebar didalamnya. Sekarang kita akan kembali menjelajahi Ipoh dan mengenal sejarah dari kota tersebut melalui berbagai arsitektur bangunan bersejarah yang ada di kota Ipoh, dan perjalanan ini sering disebut sebagai Ipoh Heritage Walk atau The Heritage Trail.

Dengan kembali berbekal sebuah peta Heritage Trail yang saya peroleh secara cuma-cuma dari Ipoh Tourist Information Center. Saya akan memulai perjalanan ini untuk mencari ke 30 bangunan bersejarah yang ada di Ipoh, melihat keindahan arsitekturnya yang unik, dan juga mengetahui nilai sejarah apa saja yang dimiliki oleh setiap bangunan tersebut. Tapi sebelum itu, saya rasa ada baiknya jika kita sedikit kembali mereview, hystory atau sejarah dari berdirinya kota Ipoh ini.

Sungai Kinta membagi pusat sejarah kota Ipoh menjadi dua bagian, yaitu old town dan new town. Nah, sejarah kota Ipoh ini dimulai dari area old town, pada saat sedang terjadi perburuan timah secara besar-besaran. Pada masa kerajaan Malay berdiri, Ipoh hanyalah merupakan sebuah desa kecil, lalu saat pemerintahan kolonial Inggris mulai menguasai Perak sekitar tahun 1877, Ipoh kemudian mulai bertransformasi menjadi sebuah kota, dan ada banyak sekali kaum pendatang yang secara berbondong-bondong datang ke Ipoh. Khususnya orang-orang Chinese dari Penang, yang datang untuk mencari keberuntungan.

Dato Panglima Kinta Che Muhamad Yusop bin Dato’ Panglima Kinta Lassam, membangun rumah-rumah dagang, sementara Raja Ringgit Dato‘ Laksamana Che Hussain bin Dato’ Besar telah siap untuk mendanai orang-orang kepercayaannya untuk membuka pasar atau pusat perdagangan di Ipoh. Saudagar dari China yang menjalankan perjudian dan ladang opium, juga membangun rumah dagang mereka sendiri, melalui agen mereka, Ipoh kemudian terus berkembang dan menjadi semakin besar.

Pertambangan timah yang semakin pesat pada tahun 1884, menyebabkan Ipoh menjadi semakin padat. Di tahun 1886, Dato‘ Panglima Kinta sendiri mulai menata kota dengan jalanan yang lebih lebar dan juga rata beraspal, kemungkinan dimulai dari sekitar jalan panglima. Antara 1905 dan 1914, Yau Tet Shin memperluas area wilayah kota sampai ke seberang sungai Kinta, dia membangun 216 rumah di sana, dan daerah itu disebut Ipoh New Town. Pembangunan ‘kota baru’ ini meliputi juga sebuah gedung theatre dan pasar bahan baku makanan untuk memenuhi kebutuhan para penduduk setempat. Lokasi yang strategis dari kota Ipoh ini secara geografis membuatnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi secara natural.

Dari sekitar tahun 1920 sampai dengan 1930, Ipoh terus mengalami perkembangan secara cepat, sebagai hasil dari usaha produksi pertambangan timah dan karet yang berada di area kota tersebut. Pada 15 Desember 1941, Jepang melakukan invasi ke Ipoh. Selama masa pendudukan Jepang, Ipoh dijadikan ibukota dari Perak, menggantikan Taiping. Setelah pembebasan pada tahun 1945, Ipoh tetap menjadi ibukota Perak, dan mendapatkan status kota pada 27 Mei 1988.

Setelah mengenal dan mengetahui sedikit sejarah dari kota Ipoh ini, sekarang mari kita mulai saja perjalanan kita di Ipoh Heritage Trail ini. Untuk rute dari trail yang akan saya bahas di bawah ini, disusun berdasarkan urutan dari tempat yang saya kunjungi, so just feel free to rearrange my suggested route for your more convenient journey okay ^^.

-Ipoh railway station

Stasiun kereta api Ipoh, adalah salah satu contoh bangunan berarsitektur kolonial yang ada di Ipoh. Selesai didirikan pada tahun 1917, dan di design oleh seorang arsitek Inggris bernama A.B Hubback yang juga membuat design dari stasiun Kuala Lumpur yang terkenal itu. Stasiun ini pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1935, dan menjadi salah satu stasiun kereta antarkota yang ada di Malaysia.

-War memorial

Berada tepat di seberang dari stasiun kereta api Ipoh, tugu memorial ini dibangun untuk mengingat jasa dari para prajurit yang menjadi korban dari perang dunia ke-1, tahun 1914 sampai 1918, perang dunia ke-2 pada tahun 1939 sampai 1945, dan juga mengenang ribuan tahanan perang dan penduduk yang tewas dalam peristiwa konfrontasi antara Burma dan Thailand, antara tahun 1943 dan 1945.

-Ipoh town hall

Masih disekitaran tempat yang sama, selanjutnya kita dapat melihat bangunan gedung dari balai kota, dan juga kantor pos tertua yang ada di Ipoh. Dibangun dari tahun 1914 sampai 1916, dengan gaya arsitektur neo-classical, dan merupakan karya design dari A.B Hubback. Catatan sejarah setempat mengatakan jika gedung ini pernah dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya kongres inagurasi dari partai nasionalis malay (partai politik pertama yang ada di Malaya), pada tanggal 30 November sampai dengan 3 Desember 1945.

-The court house

Gedung mahkamah tinggi Ipoh, dibangun pada tahun 1926, dan selesai pada 1928. Gedung ini merupakan mahkamah tinggi ke-3 yang ada di Ipoh, menggantikan 2 mahkamah yang sebelumnya beroperasi. Bergaya arsitektur Roma classic, court house ini pertama kali di buka pada 14 Juli 1928, oleh R.W Thompson. Sekarang ini sudah dibuat sebuah bangunan tambahan yang bergaya lebih modern, tepat disamping bangunan gedung yang lama.

-Royal Ipoh club

Royal Ipoh club ini, didirikan oleh sebuah kelompok masyarakat Eropa pada tahun 1895, yang juga merupakan klub atau organisasi tertua yang ada di Ipoh. Dalam masa penjajahan Jepang, bangunan ini digunakan oleh para tentara sebagai tempat laundry untuk pakaian para petugas yang ada di institusi St.Michael, tak jauh dari klub tersebut.

-Gereja anglican St.John

Pada 30 April 1912, gereja St.John telah ditahbiskan oleh uskup Ferguson Davie. Satu tahun kemudian dibuat menara lonceng dan juga sebuah lantai tambahan untuk ruang musik di dalam bangunan dari gereja tersebut. Tiga tahun kemudian, Rev LS Kempthorne diangkat menjadi pastur tetap dari gereja St, John ini. Untuk mengetahui informasi dan sejarah dari gereja anglican St.John lebih lengkap, kalian dapat melihatnya pada link website berikut: https://db.ipohworld.org/view/id/4107

-St.Michael institution

Sebuah bangunan gedung sekolah, yang memuat lebih dari dua ribu murid. Gedung ini dibuat bergaya massive gothic, dengan pintu dan jendela dari setiap ruang kelasnya yang menghadap ke arah utara atau selatan, sehingga sorotan sinar matahari pada pagi dan sore hari tidak akan dapat mengganggu para murid yang sedang belajar disana. Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini digunakan sebagai kantor pusat dari pemerintah Perak.

-India muslim mosque

Masjid yang didominasi oleh warna hijau dan putih ini, dikenal juga oleh masyarakat Ipoh dengan sebutan masjid kota, karena lokasinya yang dekat dengan padang Ipoh dan juga St. Michael institusi di Perak. Masjid ini dibangun pada awal 1908, oleh seorang pengusaha India muslim bernama Shaik Adam. Beliau memimpin sendiri para pekerja yang berasal dari India dalam projek pembangunan masjid tersebut. Arsitektur dari bangunan masjid ini merupakan kombinasi dari gaya mogul arsitektur, India selatan, dan juga bangunan khas lokal dari Ipoh sendiri. Sampai sekarang masjid ini masih digunakan oleh komunitas kaum muslim di Ipoh, terutama Indian muslim.

-F.M.S bar & restaurant

Bangunan ini terletak di persimpangan antara jalan sultan yusuf dan jalan sultan idris shah. Pertama kali dibuka tahun 1906, dan menjadi tempat favorit dari para penambang dan petani Eropa. F.M.S sendiri merupakan singkatan dari federated malay states.

-Gedung hongkong and shanghai bank (HSBC)

Bank HSBC di Ipoh ini pertama kali beroperasi pada tahun 1910, pada sebuah bangunan kayu yang disediakan oleh pemerintah. Pada tahun 1911, bank HSBC menyewa sebuah area di perusahaan strait trading, sebelum akhirnya berpindah ke lokasinya yang sekarang pada 1931. Untuk mengetahui lebih detail mengenai sejarah dari bank HSBC ini, kalian dapat membacanya pada link berikut: https://db.ipohworld.org/view/id/584

-Gedung S.P.H de silva

Berada tepat disebelah bank HSBC, bangunan S.P.H de silva ini merupakan sebuah gedung tiga lantai yang bergaya renaissance. Menurut majelis bandaraya Ipoh, gedung ini telah berusia lebih dari satu abad, dan merupakan bangunan komersil tertua yang ada di Ipoh. S.P.H de silva dikenal sebagai tempat pengrajin perak dan pusat manufacture dari tropi, perisai dan medali.

-Gedung chung thye phin

Dibangun pada tahun 1937, oleh Chung Thye Phin (seorang pelaut Cina di Perak), gedung ini digunakan sebagai pusat pengobatan yang didirikan oleh Dokter R.M Connolly, yang melayani pemerintah kolonial di awal abad ke-20. Beliau juga merupakan pendiri dari komunitas anti opium di Perak. Untuk lebih lengkapnya, informasi tersebut dapat dilihat pada link berikut: https://db.ipohworld.org/view/id/7255

-Gedung straits trading (OCBC)

Bangunan gedung dari bank OCBC ini dibangun pada tahun 1907, dan berlokasi di jalan dato maharajalela. Awalnya lebih dikenal sebagai bangunan straits trading yang adalah perusahaan peleburan timah, yang didirikan oleh Herman Muhlinghaus pada 1889.

-The chartered bank

Chartered bank, awalnya pertama kali membuka cabang di Ipoh pada tahun 1902, dan menyediakan pinjaman kredit kepada perusahaan straits trading dan perusahaan pelebur dari timur. Bangunan chartered bank yang saat ini masih ada, beroperasi sejak 1924.

-Mercantile bank

Dibangun pada tahun 1931, gedung berdesign art deco ini didirikan untuk jadi mercantile bank dari India. Meskipun kepemilikannya sudah berpindah tangan, tapi keterangan dari mercantile bank dan 1931, masih terdapat pada bagian depan bangunan tersebut.

-Residence & law office of seenivasagam brothers

Berlokasi di bagian selatan dari Ipoh padang, deretan bangunan perkotaan pra-perang ini terdiri dari banyak perusahaan profesional dan legal, termasuk Seenivasagam bersaudara di gedung nomor 7. Keluarga tersebut juga mendirikan partai progresive perak, sebuah partai politik terkemuka di Ipoh, dari tahun 1953.

-Gedung perak hydro

Perusahaan tenaga air dan listrik ini telah dibentuk di London pada tahun 1926, dengan tujuan untuk mensupply energi ke tambang dan pengerukan yang ada di lembah Kinta. Perusahaan ini beroperasi sejak tahun 1930an, dan berlokasi tidak jauh dari Ipoh tourist information center.

-Birch memorial

Menara jam ini dibangun pada tahun 1909, untuk mengenang J.W.W Birch seorang warga Inggris pertama di Perak. Pada 1875, Birch tewas dibunuh di Pasir Salak. Tidak jauh dari menara jam tersebut, terdapat medan selera dataran dato’ sagor, tempat dimana para pengunjung dapat menikmati berbagai makanan terbaik yang ada di Ipoh, Perak.

-Jan sahib’s office

Blok perumahan komersil ini dibangun pada 1930, di jalan Belfield no 128. Jan Sahib adalah anak dari Shaik Adam, pendiri dari masjid kota padang. Jan Sahib datang ke Ipoh untuk meneruskan usaha dari ayahnya, yang terdiri dari perusahaan minuman bersoda dan juga sebuah perusahaan bakery.

-Mikasa photo shop

Pada tahun 1911, mikasa foto studio menempati bangunan toko barunya, yang beralamat di jalan Belfield no 93-95. Seorang mata-mata Jepang, bernama Masaji Fukabori alias Masaji Hosaka, menyamar dengan bekerja di Mikasa, dan dia setiap harinya mengirimkan informasi mengenai Malaya ke tentara pasukan Jepang.

-Dramatist’s hotel

Dibangun tahun 1920, bangunan ini digunakan sebagai hostel atau penginapan dari para aktor yang perform pada Chinese Opera Theater.

-Asosiasi perak ku chong chow

Bangunan asosiasi chinese ini dibangun tahun 1928, sebagai tempat untuk para komunitas Cantonese yang tinggal di lembah Kinta, yang juga adalah komunitas Cantonese terbesar yang ada di Malaya. Facade bagian depan gedung merupakan bentuk dari imperial arch yang menjadi ciri khas dari struktur bangunan Eropa yang ada di Ipoh.

-Han chi pet soo museum

Han chi pet soo didirikan sebagai klub para penambang, oleh Yau Tet Shin, dan Leong Fee. Sekarang ini bangunan tersebut dijadikan museum, yang dapat dikunjungi secara free, untuk dapat lebih mengetahui sejarah dari para penambang timah di Ipoh, yang berasal dari Hakka. Untuk kunjungan saya ke museum ini, akan saya ceritakan pada post terpisah selanjutnya.

-Panglima lane / concubine lane

Dikenal sebagai jalan ‘istri kedua’, dulu di sepanjang jalan ini terdapat banyak perumahan yang dipakai sebagai tempat distribusi opium, rumah perjudian, dan juga brothel. Area ini kemudian dibangun menjadi area pemukiman penduduk, yang menjadi tempat dimana para pengusaha kaya Chinese, menyimpan dan menyembunyikan istri kedua mereka.

-Darul ridzuan museum

Museum Perak dibangun pada tahun 1926, oleh seorang penambang timah sukses dan kaya, bernama Foo Chong Kit. Awalnya dia membangun tempat tersebut untuk dijadikan kediaman pribadinya, disebutkan bahwa ada sekitar 40 orang yang tinggal disana waktu itu. Pada tahun 1950, bangunan itu dijual kepada pemerintah Perak yang mengubahnya menjadi pusat administrasi dari department pekerjaan. Baru pada sekitar tahun 1992, bangunan ini sudah tidak digunakan lagi, dan di alih fungsikan sebagai museum.

-Sekolah anglo chinese

Sekolah ini, merupakan sekolah Inggris pertama di Kinta, yang dibuka oleh T.W Stagg pada Januari 1895. Namun tidak lama kemudian sekolah tersebut harus ditutup kembali, karena Stagg yang harus segera pergi dari Ipoh pada Juni 1895 dengan alasan kesehatan dari istrinya yang bermasalah.

-Masjid dato panglima kinta

Menurut BeautifulMosque.com, masjid panglima kinta adalah sebuah masjid tua yang berlokasi disebelah timur dari sungai kinta, tepat setelah jembatan Hugh Low. Dibangun oleh Dato Panglima Kinta Muhammad Yusuff, untuk mengenang istrinya tercinta yang telah meninggal dunia pada saat itu.

-Old federal building

Berlokasi di jalan panglima bukit gantang, atau douglas road, bangunan dari gedung ini sempat beberapa kali direnovasi untuk perbaikan, setelah mengalami kerusakan akibat musibah gempa bumi. Sampai saat ini gedung old federal masih beroperasi, dan umumnya didatangi oleh para penduduk sekitar yang ingin meregistrasi kartu identitas mereka.

-Bulan bintang building

Dibangun pada tahun 1913, oleh Eu Tong Sen seorang pimpinan penambang timah dari Cina, juga pengusaha di Malaya, Singapore, dan Hongkong. Beliau dikenal karena balai pengobatan chinese miliknya yang bernamai Eu Yan Sang. Selama masa penjajahan Jepang bangunan ini digunakan sebagai tempat kediaman dari gubernur Perak, Mr. Kubota.

Nah itulah ke tiga puluh bangunan bersejarah di kota Ipoh yang termasuk kedalam Ipoh heritage trail. Perlu cukup banyak waktu dan tenaga, untuk dapat mengunjungi semua bangunan tersebut dalam sekali waktu, tapi saya rasa itu semua akan sebanding dengan banyak sekali nilai-nilai sejarah yang dapat dipelajari, sekaligus kita juga dapat melihat keindahan arsitektur dari gedung-gedung tersebut.

Setelah lelah seharian mengitari Ipoh untuk melihat mural dan heritage trail. Pada post berikutnya saya akan membagikan daftar tempat yang wajib dikunjungi untuk dapat menikmati berbagai makanan khas Ipoh, yang tentu saja sangat enak dan juga unik. So, thank you for reading this post (actually I think this is the longest post that I’ve ever made in my blog), and please kindly wait for the next post (hopefully I can publish it, still on this week). Happy reading guys, have a great journey, and have a good day ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s