A Boy Who Looking For Justice – ‘Capernaum’

Capernaum or Chaparnaum is one drama film’s from Lebanon. This movie get chosen to be one nominee of Palme d’Or, the highest awards in Cannes film festival 2018 at France. Capernaum success winning the Jury Prize awards, and get a 15 minutes standing ovations from all guess and audience on that event.

Capernaum is a film that tells about a 12 years old boy, called Zain, who file a lawsuit to his parents, for his birth in this world, and raise him in poverty and suffering. This movie is directed by Nadine Labaki, a director who previously also directing great films, like Caramel (2017), and Where do we go now? (2011).

Besides be the director, Nadine also take a role in this movie, and like all her works before, most of the cast of this movie are non-professional actors and actress. The main character Zain is played by little actor, Zain Al Rafee, and other cast like Yordanos Shiferaw, Boluwatife Treasure Bankole, and Kawthar Al Haddad.

SINOPSIS

Zain, previosly live with his parents in a very small house, then he runaway after find that his father, sell his little sister to one man to be married. In his runaways, Zain meet with Rahil (Yordanos Shiferaw), an illegal Ethiopian refugee, and her little cute baby boy, Yonas (Boluwatife Treasure Bankole). The harshness life of Beirut streets, make Zain get Serving a sentence in juvenile roumieh prison for five years, because he was stab a man who buy his sister, and also made her dies. The conflict between Zain and his parents, have make his life become more complicated and troublesome than a normally children in general.

For me the most touching and heart wrecking scene in this movie, are when Zain try to leave baby Yonas alone, in the side of the city street, because he didn’t have any money or foods to feed him, and when Zain speak to judge in his court, if he wants his parents to stop make a baby, because he didn’t want the baby to grow and has the same cruel life, like himself T.T

Yes I’m totally agree with Zain statements, ‘Never create a baby, if you can’t raise him/her very well, and also if you can’t provide a good life for him/her later’.

Overall, I give score 9.9 out of 10, because I think if this movie was very great, and very deserve to be watched in your free time, maybe with your families perhaps, and you can take so many good lessons in life from this movie, that can make your life better and open up your mind and perceptions about this life.

So thank you guys, for read this post, and I hope all of you can enjoy to watch this movie. Happy watching ^^

The Authentic Nasi Lemak in Kuala Lumpur

Nasi lemak is a Malay fragrant rice dish, cooked in coconut milk, and pandan leaf. It is commonly found in Malaysia, where it is considered as the national dish. It is also the native dish in neighboring areas with significant Malay populations such as Singapore, Brunei, and Southern Thailand. In Indonesia, nasi lemak is well known and usually called as ‘nasi uduk’, it has the same concept but with richer and stronger flavor. In Asia this dishes are often served for breakfast. However, because nasi lemak also can be served in a variety of ways, it is often eaten throughout the day.

One of the best and most famous restaurant that served nasi lemak in Kuala Lumpur is named Village Park Restaurant. Located in Petaling Jaya area, this restaurant have become the mandatory destination for so many food lovers or tourist who come from all around the world. Village Park serve delicious nasi lemak, along with half boiled egg, roasted peanut, dried anchovies, cucumber, and their special homemade sambal.

Their special sambal isn’t spicy at all for Asian tongue like me. Its taste lil bit sweet, savory and very light spiciness of chili. That is a very good condiment to eat nasi lemak. If you want to ask for an extra sambal, their will charge you for RM 0.8, still very reasonable price for they fabulous sambal. For the protein you can choose between, fried chicken, beef or chicken rendang, and sambal udang (shrimp), or sambal sotong (squid). My choice that times falls on the crispy and juicy fried chicken. For your information, they only provide legs part of the chicken, with very huge size. The fried chicken served with sprinkles of spice crumbles that feels very amazing, it add more texture of crunchy into your mouth when you chew that nasi lemak.

Beside nasi lemak, Village Park also have other signature menu that you should try when you visit there, such as Laksa, Mee Rebus, Lontong, Soto Ayam, Curry Mee, Pan Mee, and still many others. For your reference i will attach their menu below.

For drinks menu, they have so many unique and fresh beverage, like Kedondong Juice, Pink Blended, Limau Asam Boi, Ice Cendol, Teh Tarik, Ice Coffee, and my favorite pick is Milo Dinosaur special (very strong chocolate flavor).

Village Park has so many good reviews from various media and food blogger. They even called their nasi lemak, as the best nasi lemak in town. So many awards and appreciation, also has they received, which make they become very worthy to be visited, when you come to Kuala Lumpur.

One tips for me, if you want to eat in Village Park Restaurant, you have to avoid the breakfast or lunch times. Because the queue of visitors will be very long like a snake, and it also will be very hard for you to find a table to sit and eat.

If you want to go to Village Park by using train like me. You can take the green line train, and stop at TTDI stations. After that you have to walk, pass the Damansara Hospital building, then cross the main road until you find Jalan SS21, where the restaurant be.

Ok, for the last i really hope, if this post can be very help and useful for you, and also can give you some inspirations. Feel free to give any comments below on the box, if you have some suggestion or opinion about this post. Happy travels and happy tummy, guys ^^ Have a good day !

Village Park Restaurant

Opening times: Mon-Sat 7.00 am-7.30 pm; Sun & PH 7.00 am-6.00 pm.

Location: Village Park Restaurant, 5, Jalan SS 21/37, Damansara Utama, 47400 Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. (Park in Starling Mall)

Tel: +60 3-7710 7860

GPS Coordinates: 3.137849, 101.623312

East and West Serial Drama on Netflix

Hi, how are u my readers.. it’s been a while since my last post, rite.. but hopefully in this year I can write this blog more often than last year. Ok, without further due, di post kali ini saya ingin menshare sebuah informasi mengenai Netflix yang akhir-akhir ini menjadi teman baru saya dalam menghabiskan my daily free time.

Ok, so maybe some of u, still not really familiar about what is Netflix actually?. Jadi, let me tell u first, Netflix adalah salah satu penyedia layanan media streaming digital, yang berasal dari California dan sudah ada sejak tahun 1997. Bisnis utama dari perusahaan ini adalah layanan berlangganan streaming, which is ditawarkan by online, dengan beberapa program film dan serial drama televisi, bahkan termasuk beberapa program yang dibuat originally oleh Netflix sendiri.

Meskipun sudah berdiri sejak lama, tapi vibe dari Netflix baru ramai terdengar baru-baru ini saja, setelah muncul beberapa judul film dan drama yang hits di kalangan anak muda zaman now. Sebut saja dua judul diantaranya , yang menjadi tontonan favorit saya bulan lalu, adalah Kingdom dan 13 reason why. Yes, kedua serial drama tersebut, menurut saya sangat bagus dan wajib sekali untuk di tonton oleh kalian. Sebab kedua drama ini mempunyai cerita yang sangat berbeda, dan juga kemampuan akting dari para pemainnya yang begitu baik dalam memerankan setiap tokoh yang ada pada drama tersebut. And, only for you guys, I will share my reviews and thoughts about this two drama that I’ve watched.

KINGDOM

Drama pertama yang akan saya bahas adalah Kingdom. Yes, ini adalah drama korea pertama yang saya tonton di Netflix. Drama ini di adaptasi dari komik jepang yang berjudul Burning Hell Shinui Nara. Berlatar di zaman kerajaan joseon, menceritakan seorang putra mahkota yang ingin disingkirkan oleh ratu (ibu tiri) dan para pengikutnya. Putra mahkota mencoba melakukan investigasi akan penyakit yang di derita ayahnya, sang raja, yang selalu ditutup-tutupi oleh ratu dan perdana mentri (ayah ratu yang jahat). Sampai akhirnya dia mengetahui bahwa raja sebenarnya telah meninggal, namun sengaja dibangkitkan kembali untuk mencegah jatuhnya tahta kerajaan pada putra mahkota tersebut. Dari sana-lah kemudian tersebar wabah penyakit aneh yang mengubah banyak sekali manusia men-jadi zombie atau mayat hidup yang mengerikan.

Pemeran putra mahkota di perankan oleh Ju Ji Hoon, yang juga berperan sebagai pangeran di drama Princess Hour. Sedangkan untuk tokoh utama wanitanya, diperankan oleh Bae Donna yang berperan menjadi seorang tabib wanita, yang juga membantu putra mahkota dalam mencari obat untuk menyembuhkan wabah penyakit itu.

Saya memang sangat menyukai drama korea dengan latar kerajaan di masa lalu, dan Kingdom ini berhasil membuat saya terkagum-kagum, karena telah memadukan konflik politik khas perebutan kekuasaan di kerajaan, dengan plot zombie yang mengerikan. Di Korea banyak netizen yang mengatakan jika drama ini adalah Train to Busan versi joseon, dan seperti drama original dari Netflix lainnya, menurut saya sinematografi dari Kingdom terasa sangat berkelas hampir setara dengan serial drama favorit saya, Games of Throne. Oleh karena itu, setiap kali saya menonton episode drama ini, saya merasa seperti sedang menonton sebuah film di bioskop.

Saya pribadi memberi nilai 95 of 100 untuk drama korea Kingdom ini. Plot cerita yang sangat briliant, dengan banyak sensasi menegangkan, menjadi daya tarik luar biasa dari drama ini. Ditambah dengan kualitas akting dari para aktor dan aktris yang begitu total, juga menjadi poin plus dari drama ini. Satu hal yang menurut saya kurang, adalah jumlah episodenya yang hanya ada 6 buah untuk season pertama ini. Membuat saya menjadi sangat tidak sabar untuk menunggu kemunculan season dua dari drama Kindom ini, yang diprediksi baru akan ditayangkan pada akhir tahun 2019 ini.

13 REASON WHY?

Untuk serial drama kedua yang akan saya review adalah 13 reason why. Serial tv remaja dari Netflix ini, di produseri sendiri oleh Selena Gomez, dan di angkat dari novel Jay Asher dengan judul yang sama. 13 reason why menceritakan kisah seorang remaja perempuan bernama Hannah Baker, yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah mengalami berbagai peristiwa ‘menyakitkan’ dalam hidupnya. Sebelum ia melakukan aksi bunuh diri tersebut, Hannah telah membuat 7 buah kaset tape yang berisikan rekaman suaranya, dan pada rekaman tersebut ia menceritakan 13 alasan yang membuatnya fix to end her life.

Di sisi lain, ada seorang tokoh utama pria bernama Clay Jensen. Clay ini adalah rekan kerja Hannah, dan juga teman dekatnya yang diam-diam memiliki sebuah perasaan spesial pada Hannah. Suatu hari Clay menerima satu buah kotak di depan pintu rumahnya yang berisi 7 buah tape rekaman dari Hannah. Begitu ia mendengarkan isi dari kaset tersebut, Clay menjadi mulai terobsesi untuk mengetahui apa saja yang telah dialami oleh Hannah, dan kemudian ia pun ikut menyalahkan dirinya sendiri karena merasa sudah gagal untuk menyelamatkan Hannah dari kematian.

Di beberapa negara drama ini sempat dilarang untuk ditayangkan dan mendapat review yang kurang baik dari para kritikus. 13 reason why dianggap dapat mempengaruhi para remaja lainnya di dunia untuk ikut melakukan apa yang telah diperbuat oleh tokoh Hannah dalam drama ini. Sedangkan saya pribadi, justru berpendapat sebaliknya, drama ini dapat membuka pikiran saya, dan mengajarkan banyak sekali hal baik, misalnya adalah bagaimana kita harus bersikap ditengah segala permasalahan yang sedang kita alami, dan juga bagaimana cara kita seharusnya mentreat orang lain yang ada disekitar kita.

Ada sebuah pesan yang sangat saya sukai dari drama ini, and I will quote that for u guys:

Everyone you meet is fighting a battle you know nothing about. So be careful about what you say or do to someone, because you never know how that little things could affect their entire life. And remember, depression is a serious thing. If someone wants your time to talk to you about how they feel, listen to them. Be kind. Always. You might save a life.

Overall, saya memberikan nilai 98 of 100, karena meskipun dengan segala kontroversinya, drama ini telah berhasil menunjukan sisi lain dari kehidupan para remaja yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya, dan juga ada banyak sekali pesan positif, serta pelajaran yang dapat kita ambil dari drama ini, agar kehidupan kita sendiri dapat menjadi lebih baik lagi pastinya.

45′ Minutes Worth Noodles

Salah satu makanan yang paling saya sukai adalah mie, entah itu mie goreng, mie rebus, mie instant, mie baso, ataupun mie ayam, buat saya mie akan selalu jadi makanan wajib yang harus saya coba kemanapun saya pergi. Oh ya sekedar intermezo sedikit, mie sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu dan pertama kali dibuat oleh bangsa Cina yaitu pada masa dinasti Han (as information, mengenai asal usul mie tersebut masih sering diperdebatkan, ada yang mengklaim bahwa mie juga berasal dari Italia dan juga Arab).

Nah di post kali ini, saya akan menshare sebuah kuliner mie yang cukup unik yang pastinya wajib untuk dicoba, yaitu Ooi Noodle House..

IMG_0130.JPG

Ooi Noodle House menjual Pork Noodle, atau mie kuah yang bertopingkan daging b2 or pork. Di Kuala Lumpur dan beberapa daerah lainnya, tentu saja rumah makan atau restoran yang menyediakan pork noodle sudah sering kita jumpai. Lalu apa yang membedakan pork noodle di Ooi Noodle House ini dengan pork noodle lainnya?.

Hmm, yes here I tell you, yang membuatnya unik dan sangat terkenal adalah kita harus menunggu paling cepat 45 menit untuk menikmati semangkuk pork noodle di restoran ini. What??.. yes, dan 45 menit tersebut sudah terbilang waktu yang cukup cepat, ada juga yang harus menunggu sampai dengan 1 jam lebih untuk mendapatkan pork noodle tersebut.

So, kenapa sih kita harus menunggu begitu lama hanya untuk mendapatkan semangkuk mie (padahal di restoran lain, rata-rata untuk menyediakan masakan mie hanya perlu 10-15 menit saja). Yes first, restoran ini selalu penuh dan padat oleh pembeli, baik yang akan makan ditempat ataupun yang ingin take away untuk dibawa pulang. Sehingga memang tak heran jika kita harus antri cukup lama untuk memesan mie tersebut.

Yang kedua, sang empunya a.k.a Mr.Chef, mempunyai cara khusus untuk memasak pork noodle ini. Yaitu dengan memasaknya satu per satu, yes one by one, per mangkuk mie nya, bisa dibayangkan misal jika ada yang memesan 4 mangkuk pork noodle tersebut, maka sang chef akan 4 kali memasak atau membuat mie tersebut, dengan lama setiap proses pembuatan 1 mangkuknya kurang lebih selama 7 menit.

20264615_10159069912300076_9129752900930488008_n

Mr.Chef memasak pesanan mie nya satu per satu, dengan tujuan untuk menyama ratakan cita rasa dari setiap mangkuk mie yang dibuatnya, menurutnya jika mie tersebut dimasak sekaligus dalam porsi atau jumlah yang banyak, maka dikhawatirkan cita rasa dari mie tersebut akan berkurang atau berbeda, yang tentu saja dapat membuat para pelanggannya jadi kecewa.

29607938544_4e9a6a23da_z

Nah itulah sebabnya, kenapa perlu waktu yang lumayan lama, untuk menunggu satu mangkuk pork noodle yang terkenal ini dibuat. Kebanyakan pengunjung yang ingin makan ditempat, biasanya setelah melakukan pemesanan dan mendapatkan estimasi waktu ordernya selesai dari sang owner. mereka akan menunggu dengan sabar di masing-masing table sambil menghabiskan waktu dengan mengobrol dan ada juga yang hanya menunggu sambil melamun (seperti saya ^^), sambil berkali-kali menguap dan menghela nafas (anggap saja tes uji kesabaran).. dan finally after for almost 1 hour, my pork noodle ini pun siap untuk disantap.

36064210_10155996447333736_99673104174809088_n.jpg

Waala, akhirnya datang juga. Oo iya yang saya pesan ini adalah pork noodle dengan jenis noodlenya yang saya pilih adalah misoa, selain misoa kalian juga dapat memilih mie kuning, bihun, atau kwetiaw, its up to you and depend on what you like. Dan untuk porsinya saya memilih yang large, hahaha enggak mau rugi sudah menunggu berlama-lama terasa sayang dan kurang puas kalau cuma pesan yang small (kalau kalian mau nambah pesanan berarti harus nunggu lama lagi, mending pesan sekalian di awal ok), toh harganya pun cuma beda sedikit saja (just 1 ringgit^^).

Isian dari mie nya sendiri ada banyak sekali, yaitu terdiri sawi hijau, egg, minced pork, pork liver, pork intestine, dried pork fatty, dan sliced pork, untuk isiannya ini optional jika ada yang kalian tidak suka tinggal buat note saja pada saat order. Sebagai pelengkap kalian juga dapat menambahkan sambal khas yang terbuat dari acar cabai rawit dan kecap asin.

Ketika saya mencoba suapan pertama, kuah dari pork noodle ini terasa super super special dan rasa gurih dari pork nya sangat terasa (konon kuahnya terbuat dari kaldu pork bones yang direbus selama lebih dari 24 jam), selain itu rasa mienya sendiri sangat kenyal dan lembut, plus berbagai topping dari pork noodle ini yang begitu berlimpah ruah memenuhi mangkuk mie tersebut. Pokoknya waktu yang sudah dihabiskan untuk menunggu satu mangkuk mie ini jadi terbayar lunas, and trust me its totally worth.

So, jika kalian sedang berkunjung ke Kuala Lumpur, pastikan untuk mencoba pork noodle di Ooi Noodle House ini. Kalian bisa lihat alamat lengkapnya di bagian bawah post ini, dan berikut saya sertakan juga mapnya.

untitled-e1532250367718.jpg

Jika kalian menggunakan MRT, cukup turun di stasiun SS15, dan dari pintu exit stasiun tersebut tinggal sedikit berjalan kaki ke arah ruko atau pertokoan yang ada dibelakang stasiun tersebut. Ooi Noodle House ini buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore, oo iya as a tips from me, sebaiknya kalian membawa tissue sendiri jika akan makan di tempat ini, karena mereka tidak menyediakan tissue secara free, dan kalian harus membelinya sekitar 50 sen – 1 ringgit per tiny pack of tissue.

Ok, for the last semoga post ini dapat bermanfaat untuk kalian, happy travels and happy tummy  guys ^^

Ooi Noodle House

78, Jalan SS 15/4b, Ss 15, 47500 Subang Jaya, Selangor, Malaysia

Phone+60 3-5637 3204

3 Recommended K-Drama’s for Your Weekend (Part 1)

One of my hobbies is watching movies, any kind of movies except horror ya.. and in this past 2 years I just get infected with Korean drama virus which injected by my lovely friends.. K-Drama that I like are very variously but I’m not into the romance or love one, I prefer K-Drama that infused with comedy, mystery, action, and fantasy.. and also the colossal drama’s, I think its very interesting to watch.

download

Luckily I have the movies and dramas best supplier they called Kingkong Movies, its like a library for me, they have tons of movies and dramas, the new and old ones, you can check their website in here http://www.kingkong-jatinangor.pe.hu/ and follow their Instagram accounts https://instagram.com/kingkongnangor/ to get an updates from them,  most importantly they sell all of that in a very cheap price.. Just bring your USB or ext hard disc, and fill that with your favorite movies and dramas.  

So, like the title of this post, I will give you, 3 recommended K-Drama’s that I’ve watched recently, hope you enjoy it..

1. Because This is My First Life

Because_This_Is_My_First_Life-P1.jpg

Starred by Lee min ki as Nam see hee and Jung so min as Yoon ji ho (very beautiful ^^), the story of this drama is about the contract marriage life between Yoon ji ho and Nam see hee, two kind of person with different personality and background. The relationship and interaction between them is very cute, at the beginning they marriage just for some economic and formality reason, but in the end they truly fall in love with each other.

PdBoyc.jpg

Beside that, this drama also show you about friendship goals and work life, they also have another 2 funny couples as supporting characters with their own relationship problems and story.

My score for this drama is 9.0 out of 10.

2. I’m not A Robot

I'm_Not_a_Robot-P1.jpg

Even this drama get a very low rate in South Korea, but for me its still very worth and interesting to watch. Its genre is romance comedy and the story is about Kim Min Kyu (starred by Yoo Seung Ho) a very rich young man and director of one big financial company who has a rare disease, its kind like the skin ship allergic, he will get hurt a lot when make a contact with another human (either man or woman).  Because of that he felt very lonely and didn’t have any friends, he just collected some toys and robot as his companion.

Shes-Not-a-Robot1.jpg

One of his newest robot is called AJI 3, a female android robot created by the research team on his company. When this robot get broken because of one accident, the professor who invent it, ask Jo Jia his ex girlfriend to disguise as AJI 3 (AJI 3 and Jo Jia actually is played by the same actress, and pardon me I’m forget her name T.T). And yes that is the beginning of so many interesting scene on this drama.

My score for this drama is 9.0 out of 10.

3. Wise Prison Life

Wise_Prison_Life-P1.jpg

The last drama that I recommend to you is Wise Prison Life, which show you a different perspective of prisoner life’s inside the prison. The main character is Kim Jae Hyuk, a famous baseball player that become prisoner after attack a man who hurt his sister, and get one year sentenced in prison as punishment. Inside the prison, he meet some ‘bad roommates’ with their different character and story. There’s be so many famous actor who played on this drama, like Kang Seung Yoon ‘Winner’ and Jung Hae In, of course they take role as prisoner also.

wiseprisonlife-posters

Overall I get very entertain when watching this drama, coz it seasoned with very funny comedy scene, some mystery case to be solved, and also some plot twist that can make the audience curious about the end of its story. This drama success of gave me the mixed feeling, from happy until become very teary sad. With long duration (around 90 minutes each episode) I guarantee that you won’t feel bored in watching this drama.

My score for this drama is 9.5 out of 10.

*Bonus*

As the bonus I also will give you one more recommendation, but for this time is K-Movie. One best last Korean movie that I’ve watch is titled ‘Be With You‘ starred by So Ji Sub (one of my favorite actor, coz he has a very good acting skill), played as a single father with his one little son.

COVER.jpg

I will not give you any spoiler or the story of this movie, but its get a perfect score 10 out of 10 from me, why? hmm, yes you have to watch it first to find the reason, then you can agree with me if this film is very great and worth to be save as your collections.

Ok, thank you so much for read this post, and please kindly give me any suggestion, opinion on comments box below. Happy watching and have a great day ^^

 

 

 

 

Legends Theme Park

Jika kalian sedang melakukan trip ke Singapore, ada beberapa tempat atau spot wisata yang wajib kalian kunjungi, seperti Merlion Park ataupun Marina Bay Sands. Akan tetapi buat kalian yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu berwisata sambil mempelajari sejarah dan juga kebudayaan, kalian patut untuk berkunjung ke tempat yang satu ini, ya its calledHaw Par Villa‘.

Haw Par Villa atau yang dikenal juga dengan sebutan Tiger Balm Garden, adalah sebuah cultural park seluas 8,5 hektar, dibangun pada tahun 1937, dan menjadi outdoor art gallery terbesar yang ada di Singapore. Di Haw Par Villa, kalian dapat lebih mengenal mengenai sejarah, filosofi,  dan juga kebudayaan Chinese tempo dulu, contohnya yang mungkin sudah banyak dikenal seperti Journey to the West (Sungokong dkk yang mengambil kitab suci ke barat) dan Eight Immortals (legenda 8 dewa).

1437389263704

1437389265860
Sungokong Vs Nacha

1437386007432
Journey to the West

1437386007126
‘Bai Ma’, Kuda putih yang ditunggangi Biksu Tong

Di taman ini terdapat area-area yang menunjukan kehidupan dari dunia satwa, ya pada kebudayaan Chinese, ada beberapa hewan yang dianggap suci dan juga merupakan lambang dari 12 Chinese Zodiac (Shio).

1437389215411
My Zodiac ‘Mighty Dragon’

Ada juga diorama dari beberapa cerita atau legenda masyarakat Chinese yang dapat kalian lihat dan pelajari disini.

1437386008084.jpg

1437361876640

1437389236785.jpg

1437361885234.jpg
Sea Kingdom part 1

1437361887546.jpg
Sea Kingdom part 2

1437389208735.jpg
Sky or Heaven Kingdom

Tak ketinggalan, ada juga banyak spot-spot foto di taman ini yang instagramable banget.

1437389214774.jpg
Turtle Lake Pagoda

1437389210750

1437389250461.jpg
Buddha on Top

1437389264982.jpg
The Goddess Lotus Pond

Di bagian puncak dari Haw Par Villa, terdapat sebuah area yang disebut Ten Court of Hell, atau 10 Level Pengadilan di ‘neraka’, ya di area ini kalian bisa melihat diorama dari pengadilan yang ada di neraka menurut kepercayaan Chinese, di tempat ini ditunjukan secara jelas hukuman apa saja yang akan dialami oleh seseorang ketika ia masuk ke dalam neraka (amit2 jangan sampe ya -_-). Dan karena tempatnya cukup menyeramkan buat saya, jadi saya memutuskan untuk tidak masuk kedalam area ini, dan hanya mengambil foto dibagian luar gatenya saja.

2015-03-232B15.30.34.jpg
Gerbang ‘Neraka’

Haw Par Villa, berlokasi di jalan Pasir Panjang, jika kalian naik MRT, cukup turun di Haw Par Villa Station CC25 Circle Line, begitu keluar dari stasiun ini kalian tinggal jalan sedikit ke arah kanan, dan front gate Haw Par Villa pun akan terlihat.

map.jpg

Tempat ini buka setiap hari (include weekend and public holidays), dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam, dan yang paling penting buat masuk ke tempat ini “FREE” alias gratis. Biaya hanya dipungut jika kalian mengikuti daily tour di visitor centre, yang merupakan acara jalan-jalan mengelilingi area Haw Par Villa sambil mendengarkan penjelasan dari local guide. Biaya untuk tour tersebut berkisar dari S$10 sampai S$18, tergantung dari jenis tour yang kalian pilih.

学而不思则罔,思而不学则殆 – Learning without thought means labor lost; thought without learning is perilous.

Eat Like a Monk

DSC_0296.JPG

Salah satu hal yang wajib dilakukan ketika berkunjung ke Kuala Lumpur, pastinya adalah berwisata kuliner. Tapi tidak ada salahnya untuk sesekali mencoba sebuah wisata kuliner yang tidak biasa, bukan di restoran ataupun rumah makan pada umumnya, melainkan di sebuah kantin yang terletak di dalam kompleks Buddhist Temple.

Continue reading “Eat Like a Monk”