Ipoh – Culinary Journey – Ayam Tauge (Nga Choy Kai)

Selain terkenal dengan nilai-nilai sejarahnya, Ipoh juga dikenal sebagai salah satu kota di Malaysia, yang memiliki beraneka macam kuliner makanan enak dan juga unik. Makanan khas Ipoh yang sangat wajib untuk di coba, adalah ayam tauge atau masyarakat lokal biasa menyebutnya dengan ‘nga choy kai’. Ayam tauge ini sedikit mirip dengan ayam hainan ala Singapore, tetapi kali ini ayam rebus tersebut disajikan dengan sepiring tumisan tauge dan light soy sauce.

Di pusat kota Ipoh, ada cukup banyak restoran atau rumah makan yang menjual hidangan ayam tauge tersebut. Beberapa diantaranya sangat terkenal di kalangan para turis asing dan ada juga restoran yang menjadi rekomendasi dari masyarakat lokal Ipoh. Berikut ini saya akan mereviewnya satu persatu, sehingga kalian dapat menentukan sendiri restoran mana yang akan di coba, pada saat kalian berkunjung ke Ipoh nanti.

Lou Wong 老黄芽菜鸡 (Tourist Pick)

Restoran Lou Wong ini berlokasi di pusat kota Ipoh, dekat dengan gerbang malam night market. Pemiliknya adalah satu keluarga dari China yang sudah lama menetap di Ipoh, dan memulai usaha restoran ini sejak tahun 1957. Restoran ini sangat terkenal dan banyak di kunjungi oleh para turis dari berbagai penjuru Malaysia, dan juga turis mancanegara.

Karena restoran Lou Wong ini selalu ramai dan tidak pernah sepi, para pengunjung yang datang, sering kali harus mengantri dan menunggu cukup lama untuk mendapatkan meja mereka. Tapi setelah kita memesan, semua makanan pun akan segera disajikan dalam waktu yang cukup cepat, hanya beberapa menit saja.

Menu yang saya pesan di Lou Wong ini terdiri dari, ayam rebus (of course!), tumis tauge, bakso kuah, ampela ayam, dan es kopi o. Untuk ayamnya, direbus sampai menjadi sangat lembut, tapi sama sekali tidak hancur, dan semua bumbu-bumbunya meresap sampai ke dalam dagingnya. Tumis tauge menggunakan tauge lokal pilihan yang gemuk dan crispy, di masak dengan campuran kecap asin, minyak wijen, lemak ayam, dan minyak bawang yang membuat dish tersebut menjadi sangat wangi, kaya rasa, dan juga tetap crunchy.

Overall as my verdict, semua makanan yang saya pesan di Lou Wong restoran ini memiliki rasa yang cukup enak, dan sangat worthed untuk di coba oleh kalian yang mungkin baru pertama kali datang ke Ipoh. Meskipun ada cukup banyak juga review negatif dari orang lokal yang mengatakan jika tekstur dan rasa ayam tauge di Lou Wong ini sering tidak konsisten, kadang undercooked dan kadang juga

Address: 49, Jalan Yau Tet Shin, Taman Jubilee, 30000 Ipoh, Negeri Perak, Malaysia
Opening Hours: 10 a.m. — 10 p.m
Phone: +60 5-254 4199
Facebook: https://www.facebook.com/pg/RestoranLouWong

Ong Kee 安记芽菜鸡沙河粉  (Local Family Pick)

Restoran Ong Kee, masih berada pada satu area dengan rivalnya yaitu Lou Wong. Restoran ini menjadi pilihan masyarakat lokal Ipoh, meskipun pengunjungnya tidak sebanyak dan seramai dari restoran Lou Wong.

Meskipun Ong Kee ini mendapatkan review yang positif dari masyarakat lokal, akan tetapi menurut saya dari segi menu dan rasa makanan ayam tauge yang ditawarkan, itu semua tidak terlalu berbeda jauh dengan apa yang dijual oleh restoran Lou Wong. Hanya saja saus ayam dan tauge di Ong Kee ini sedikit terasa lebih asin jika dibandingkan dengan ayam tauge dari Lou Wong. Untuk harganya pun juga sama, satu set menu lengkap ayam tauge tersebut berkisar dari 30 sampai dengan 50 ringgit.

Address:  48,51 & 53, Jalan Yau Tet Shin, Taman Jubilee, 30300 Ipoh, Malaysia
Opening Hours: 10.30 a.m. — 02.00 a.m
Phone:  +60 5-253 1562

Cowan Street 高温街芽菜鸡沙河粉 (Top Recommendation from my Grab drivers)

Beberapa supir Grab yang saya tumpangi, merekomendasikan restoran Cowan Street ini sebagai restoran ayam tauge terbaik yang ada di Ipoh. Meskipun restoran tersebut masih tergolong baru jika dibandingkan dengan Lou Wong atau Ong Kee, yang menjadi pilihan favorit dari para turis dan wisatawan.

Untuk menu yang ditawarkan, masih sama dengan dua restoran yang sebelumnya telah saya bahas di atas, mereka menjual ayam rebus, tumis tauge, aneka jeroan ayam, ceker ayam masak kecap, dan mie beras (hor fun) yang disajikan dengan kuah kaldu ayam. Tapi dari segi harga, makanan yang di jual disini masih lebih murah dibanding dengan restoran yang lainnya. Ayam rebus dari Cowan street, menurut saya memiliki tekstur yang lebih juicy dan tender. Bahkan bagian dada ayamnya saja, yang pada umumnya cukup kering, di sini malah terasa sangat lembut sekali, tidak diperlukan usaha untuk mengunyah semua bagian daging ayam tersebut. Overall menurut saya rasa dari semua makanan yang ada di Cowan Street ini memang enak, dan memiliki cita rasa serta bumbu-bumbu yang kuat, apa lagi ditambah dengan harganya cukup murah, tentu membuat Cowan Street ini jadi sangat layak sekali untuk dicoba.

Satu hal yang mungkin perlu menjadi catatan, jika kalian ingin mencoba ayam tauge di Cowan Street ini adalah waktu operasional dari restoran mereka yang cukup random dan tidak tetap setiap harinya. Oleh karena itu saya sangat menyarankan, agar kalian dapat menghubungi mereka lebih dulu, to make sure that you won’t get any disappointment!! ^^

Address:  44, Jalan Raja Ekram, Kampung Jawa, 31350, Ipoh, Perak Malaysia
Phone:  +6 012 520 3322

Nasi Ayam Tauge Paling Murah di Ipoh dan Halal (Only RM 1.30)

Berlokasi di Taman Ipoh Timur Baru, kedai nasi ayam tauge tersebut telah menjadi hits di kalangan warga lokal Ipoh baru-baru ini, dan menarik keramaian dari banyak pengunjung yang datang untuk mencicipi rasa nasi ayam tauge ini, yang katanya enak dan juga sangat murah. Ya hanya dengan 1.30 ringgit saja (sekitar 5000 rupiah), kita sudah dapat mencoba rasa dari nasi ayam tauge tersebut, dan jika kalian ingin membawanya untuk take away, ada tambahan biaya sebesar 30 sen saja (total 1.60 ringgit). Selain menjual ayam tauge, kedai ini juga menyediakan menu seafood rebus, khusus tersedia di sore dan malam hari saja.

Menurut sang pemilik kedai, sulit sekali untuk mendapatkan keuntungan dari harga jual nasi ayam tauge tersebut yang begitu rendah. Tapi dia pun mengatakan jika dia melakukan hal tersebut, untuk membantu orang-orang yang mempunyai masalah keuangan, atau berasal dari kalangan menengah kebawah, supaya mereka tetap dapat menikmati nasi ayam tauge buatannya (patut di tiru ya ^^). Shahrizan Azmed, sang pemilik juga berkata jika dia akan terus memegang prinsipnya, yaitu untuk dapat berbisnis sambil bersedekah. Selain itu Shahrizan mengatakan jika nasi ayam tauge ini adalah masakan tradisional khas Chinese yang biasa hanya dijual di restoran-restoran Chinese, sehingga ada banyak warga Ipoh muslim yang tidak dapat menikmati makanan tersebut, karena mereka merasa ragu akan status halalnya. Dengan membuka kedai miliknya, dia ingin memberi kesempatan kepada semua orang, terlepas dari latar belakang agama mereka untuk dapat turut serta menikmati kelezatan dari nasi ayam tauge buatannya.

Address: 56, Persiaran Bercham Selatan 42, Taman Ipoh Baru, 31400 Ipoh
Phone: +60 17-422 4387

Ipoh – The Historical City in Malaysia – Part 3, Heritage Trail

Setelah di post sebelumnya kita menyusuri Ipoh untuk menemukan berbagai mural dan street art yang tersebar didalamnya. Sekarang kita akan kembali menjelajahi Ipoh dan mengenal sejarah dari kota tersebut melalui berbagai arsitektur bangunan bersejarah yang ada di kota Ipoh, dan perjalanan ini sering disebut sebagai Ipoh Heritage Walk atau The Heritage Trail.

Dengan kembali berbekal sebuah peta Heritage Trail yang saya peroleh secara cuma-cuma dari Ipoh Tourist Information Center. Saya akan memulai perjalanan ini untuk mencari ke 30 bangunan bersejarah yang ada di Ipoh, melihat keindahan arsitekturnya yang unik, dan juga mengetahui nilai sejarah apa saja yang dimiliki oleh setiap bangunan tersebut. Tapi sebelum itu, saya rasa ada baiknya jika kita sedikit kembali mereview, hystory atau sejarah dari berdirinya kota Ipoh ini.

Sungai Kinta membagi pusat sejarah kota Ipoh menjadi dua bagian, yaitu old town dan new town. Nah, sejarah kota Ipoh ini dimulai dari area old town, pada saat sedang terjadi perburuan timah secara besar-besaran. Pada masa kerajaan Malay berdiri, Ipoh hanyalah merupakan sebuah desa kecil, lalu saat pemerintahan kolonial Inggris mulai menguasai Perak sekitar tahun 1877, Ipoh kemudian mulai bertransformasi menjadi sebuah kota, dan ada banyak sekali kaum pendatang yang secara berbondong-bondong datang ke Ipoh. Khususnya orang-orang Chinese dari Penang, yang datang untuk mencari keberuntungan.

Dato Panglima Kinta Che Muhamad Yusop bin Dato’ Panglima Kinta Lassam, membangun rumah-rumah dagang, sementara Raja Ringgit Dato‘ Laksamana Che Hussain bin Dato’ Besar telah siap untuk mendanai orang-orang kepercayaannya untuk membuka pasar atau pusat perdagangan di Ipoh. Saudagar dari China yang menjalankan perjudian dan ladang opium, juga membangun rumah dagang mereka sendiri, melalui agen mereka, Ipoh kemudian terus berkembang dan menjadi semakin besar.

Pertambangan timah yang semakin pesat pada tahun 1884, menyebabkan Ipoh menjadi semakin padat. Di tahun 1886, Dato‘ Panglima Kinta sendiri mulai menata kota dengan jalanan yang lebih lebar dan juga rata beraspal, kemungkinan dimulai dari sekitar jalan panglima. Antara 1905 dan 1914, Yau Tet Shin memperluas area wilayah kota sampai ke seberang sungai Kinta, dia membangun 216 rumah di sana, dan daerah itu disebut Ipoh New Town. Pembangunan ‘kota baru’ ini meliputi juga sebuah gedung theatre dan pasar bahan baku makanan untuk memenuhi kebutuhan para penduduk setempat. Lokasi yang strategis dari kota Ipoh ini secara geografis membuatnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi secara natural.

Dari sekitar tahun 1920 sampai dengan 1930, Ipoh terus mengalami perkembangan secara cepat, sebagai hasil dari usaha produksi pertambangan timah dan karet yang berada di area kota tersebut. Pada 15 Desember 1941, Jepang melakukan invasi ke Ipoh. Selama masa pendudukan Jepang, Ipoh dijadikan ibukota dari Perak, menggantikan Taiping. Setelah pembebasan pada tahun 1945, Ipoh tetap menjadi ibukota Perak, dan mendapatkan status kota pada 27 Mei 1988.

Setelah mengenal dan mengetahui sedikit sejarah dari kota Ipoh ini, sekarang mari kita mulai saja perjalanan kita di Ipoh Heritage Trail ini. Untuk rute dari trail yang akan saya bahas di bawah ini, disusun berdasarkan urutan dari tempat yang saya kunjungi, so just feel free to rearrange my suggested route for your more convenient journey okay ^^.

-Ipoh railway station

Stasiun kereta api Ipoh, adalah salah satu contoh bangunan berarsitektur kolonial yang ada di Ipoh. Selesai didirikan pada tahun 1917, dan di design oleh seorang arsitek Inggris bernama A.B Hubback yang juga membuat design dari stasiun Kuala Lumpur yang terkenal itu. Stasiun ini pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1935, dan menjadi salah satu stasiun kereta antarkota yang ada di Malaysia.

-War memorial

Berada tepat di seberang dari stasiun kereta api Ipoh, tugu memorial ini dibangun untuk mengingat jasa dari para prajurit yang menjadi korban dari perang dunia ke-1, tahun 1914 sampai 1918, perang dunia ke-2 pada tahun 1939 sampai 1945, dan juga mengenang ribuan tahanan perang dan penduduk yang tewas dalam peristiwa konfrontasi antara Burma dan Thailand, antara tahun 1943 dan 1945.

-Ipoh town hall

Masih disekitaran tempat yang sama, selanjutnya kita dapat melihat bangunan gedung dari balai kota, dan juga kantor pos tertua yang ada di Ipoh. Dibangun dari tahun 1914 sampai 1916, dengan gaya arsitektur neo-classical, dan merupakan karya design dari A.B Hubback. Catatan sejarah setempat mengatakan jika gedung ini pernah dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya kongres inagurasi dari partai nasionalis malay (partai politik pertama yang ada di Malaya), pada tanggal 30 November sampai dengan 3 Desember 1945.

-The court house

Gedung mahkamah tinggi Ipoh, dibangun pada tahun 1926, dan selesai pada 1928. Gedung ini merupakan mahkamah tinggi ke-3 yang ada di Ipoh, menggantikan 2 mahkamah yang sebelumnya beroperasi. Bergaya arsitektur Roma classic, court house ini pertama kali di buka pada 14 Juli 1928, oleh R.W Thompson. Sekarang ini sudah dibuat sebuah bangunan tambahan yang bergaya lebih modern, tepat disamping bangunan gedung yang lama.

-Royal Ipoh club

Royal Ipoh club ini, didirikan oleh sebuah kelompok masyarakat Eropa pada tahun 1895, yang juga merupakan klub atau organisasi tertua yang ada di Ipoh. Dalam masa penjajahan Jepang, bangunan ini digunakan oleh para tentara sebagai tempat laundry untuk pakaian para petugas yang ada di institusi St.Michael, tak jauh dari klub tersebut.

-Gereja anglican St.John

Pada 30 April 1912, gereja St.John telah ditahbiskan oleh uskup Ferguson Davie. Satu tahun kemudian dibuat menara lonceng dan juga sebuah lantai tambahan untuk ruang musik di dalam bangunan dari gereja tersebut. Tiga tahun kemudian, Rev LS Kempthorne diangkat menjadi pastur tetap dari gereja St, John ini. Untuk mengetahui informasi dan sejarah dari gereja anglican St.John lebih lengkap, kalian dapat melihatnya pada link website berikut: https://db.ipohworld.org/view/id/4107

-St.Michael institution

Sebuah bangunan gedung sekolah, yang memuat lebih dari dua ribu murid. Gedung ini dibuat bergaya massive gothic, dengan pintu dan jendela dari setiap ruang kelasnya yang menghadap ke arah utara atau selatan, sehingga sorotan sinar matahari pada pagi dan sore hari tidak akan dapat mengganggu para murid yang sedang belajar disana. Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini digunakan sebagai kantor pusat dari pemerintah Perak.

-India muslim mosque

Masjid yang didominasi oleh warna hijau dan putih ini, dikenal juga oleh masyarakat Ipoh dengan sebutan masjid kota, karena lokasinya yang dekat dengan padang Ipoh dan juga St. Michael institusi di Perak. Masjid ini dibangun pada awal 1908, oleh seorang pengusaha India muslim bernama Shaik Adam. Beliau memimpin sendiri para pekerja yang berasal dari India dalam projek pembangunan masjid tersebut. Arsitektur dari bangunan masjid ini merupakan kombinasi dari gaya mogul arsitektur, India selatan, dan juga bangunan khas lokal dari Ipoh sendiri. Sampai sekarang masjid ini masih digunakan oleh komunitas kaum muslim di Ipoh, terutama Indian muslim.

-F.M.S bar & restaurant

Bangunan ini terletak di persimpangan antara jalan sultan yusuf dan jalan sultan idris shah. Pertama kali dibuka tahun 1906, dan menjadi tempat favorit dari para penambang dan petani Eropa. F.M.S sendiri merupakan singkatan dari federated malay states.

-Gedung hongkong and shanghai bank (HSBC)

Bank HSBC di Ipoh ini pertama kali beroperasi pada tahun 1910, pada sebuah bangunan kayu yang disediakan oleh pemerintah. Pada tahun 1911, bank HSBC menyewa sebuah area di perusahaan strait trading, sebelum akhirnya berpindah ke lokasinya yang sekarang pada 1931. Untuk mengetahui lebih detail mengenai sejarah dari bank HSBC ini, kalian dapat membacanya pada link berikut: https://db.ipohworld.org/view/id/584

-Gedung S.P.H de silva

Berada tepat disebelah bank HSBC, bangunan S.P.H de silva ini merupakan sebuah gedung tiga lantai yang bergaya renaissance. Menurut majelis bandaraya Ipoh, gedung ini telah berusia lebih dari satu abad, dan merupakan bangunan komersil tertua yang ada di Ipoh. S.P.H de silva dikenal sebagai tempat pengrajin perak dan pusat manufacture dari tropi, perisai dan medali.

-Gedung chung thye phin

Dibangun pada tahun 1937, oleh Chung Thye Phin (seorang pelaut Cina di Perak), gedung ini digunakan sebagai pusat pengobatan yang didirikan oleh Dokter R.M Connolly, yang melayani pemerintah kolonial di awal abad ke-20. Beliau juga merupakan pendiri dari komunitas anti opium di Perak. Untuk lebih lengkapnya, informasi tersebut dapat dilihat pada link berikut: https://db.ipohworld.org/view/id/7255

-Gedung straits trading (OCBC)

Bangunan gedung dari bank OCBC ini dibangun pada tahun 1907, dan berlokasi di jalan dato maharajalela. Awalnya lebih dikenal sebagai bangunan straits trading yang adalah perusahaan peleburan timah, yang didirikan oleh Herman Muhlinghaus pada 1889.

-The chartered bank

Chartered bank, awalnya pertama kali membuka cabang di Ipoh pada tahun 1902, dan menyediakan pinjaman kredit kepada perusahaan straits trading dan perusahaan pelebur dari timur. Bangunan chartered bank yang saat ini masih ada, beroperasi sejak 1924.

-Mercantile bank

Dibangun pada tahun 1931, gedung berdesign art deco ini didirikan untuk jadi mercantile bank dari India. Meskipun kepemilikannya sudah berpindah tangan, tapi keterangan dari mercantile bank dan 1931, masih terdapat pada bagian depan bangunan tersebut.

-Residence & law office of seenivasagam brothers

Berlokasi di bagian selatan dari Ipoh padang, deretan bangunan perkotaan pra-perang ini terdiri dari banyak perusahaan profesional dan legal, termasuk Seenivasagam bersaudara di gedung nomor 7. Keluarga tersebut juga mendirikan partai progresive perak, sebuah partai politik terkemuka di Ipoh, dari tahun 1953.

-Gedung perak hydro

Perusahaan tenaga air dan listrik ini telah dibentuk di London pada tahun 1926, dengan tujuan untuk mensupply energi ke tambang dan pengerukan yang ada di lembah Kinta. Perusahaan ini beroperasi sejak tahun 1930an, dan berlokasi tidak jauh dari Ipoh tourist information center.

-Birch memorial

Menara jam ini dibangun pada tahun 1909, untuk mengenang J.W.W Birch seorang warga Inggris pertama di Perak. Pada 1875, Birch tewas dibunuh di Pasir Salak. Tidak jauh dari menara jam tersebut, terdapat medan selera dataran dato’ sagor, tempat dimana para pengunjung dapat menikmati berbagai makanan terbaik yang ada di Ipoh, Perak.

-Jan sahib’s office

Blok perumahan komersil ini dibangun pada 1930, di jalan Belfield no 128. Jan Sahib adalah anak dari Shaik Adam, pendiri dari masjid kota padang. Jan Sahib datang ke Ipoh untuk meneruskan usaha dari ayahnya, yang terdiri dari perusahaan minuman bersoda dan juga sebuah perusahaan bakery.

-Mikasa photo shop

Pada tahun 1911, mikasa foto studio menempati bangunan toko barunya, yang beralamat di jalan Belfield no 93-95. Seorang mata-mata Jepang, bernama Masaji Fukabori alias Masaji Hosaka, menyamar dengan bekerja di Mikasa, dan dia setiap harinya mengirimkan informasi mengenai Malaya ke tentara pasukan Jepang.

-Dramatist’s hotel

Dibangun tahun 1920, bangunan ini digunakan sebagai hostel atau penginapan dari para aktor yang perform pada Chinese Opera Theater.

-Asosiasi perak ku chong chow

Bangunan asosiasi chinese ini dibangun tahun 1928, sebagai tempat untuk para komunitas Cantonese yang tinggal di lembah Kinta, yang juga adalah komunitas Cantonese terbesar yang ada di Malaya. Facade bagian depan gedung merupakan bentuk dari imperial arch yang menjadi ciri khas dari struktur bangunan Eropa yang ada di Ipoh.

-Han chi pet soo museum

Han chi pet soo didirikan sebagai klub para penambang, oleh Yau Tet Shin, dan Leong Fee. Sekarang ini bangunan tersebut dijadikan museum, yang dapat dikunjungi secara free, untuk dapat lebih mengetahui sejarah dari para penambang timah di Ipoh, yang berasal dari Hakka. Untuk kunjungan saya ke museum ini, akan saya ceritakan pada post terpisah selanjutnya.

-Panglima lane / concubine lane

Dikenal sebagai jalan ‘istri kedua’, dulu di sepanjang jalan ini terdapat banyak perumahan yang dipakai sebagai tempat distribusi opium, rumah perjudian, dan juga brothel. Area ini kemudian dibangun menjadi area pemukiman penduduk, yang menjadi tempat dimana para pengusaha kaya Chinese, menyimpan dan menyembunyikan istri kedua mereka.

-Darul ridzuan museum

Museum Perak dibangun pada tahun 1926, oleh seorang penambang timah sukses dan kaya, bernama Foo Chong Kit. Awalnya dia membangun tempat tersebut untuk dijadikan kediaman pribadinya, disebutkan bahwa ada sekitar 40 orang yang tinggal disana waktu itu. Pada tahun 1950, bangunan itu dijual kepada pemerintah Perak yang mengubahnya menjadi pusat administrasi dari department pekerjaan. Baru pada sekitar tahun 1992, bangunan ini sudah tidak digunakan lagi, dan di alih fungsikan sebagai museum.

-Sekolah anglo chinese

Sekolah ini, merupakan sekolah Inggris pertama di Kinta, yang dibuka oleh T.W Stagg pada Januari 1895. Namun tidak lama kemudian sekolah tersebut harus ditutup kembali, karena Stagg yang harus segera pergi dari Ipoh pada Juni 1895 dengan alasan kesehatan dari istrinya yang bermasalah.

-Masjid dato panglima kinta

Menurut BeautifulMosque.com, masjid panglima kinta adalah sebuah masjid tua yang berlokasi disebelah timur dari sungai kinta, tepat setelah jembatan Hugh Low. Dibangun oleh Dato Panglima Kinta Muhammad Yusuff, untuk mengenang istrinya tercinta yang telah meninggal dunia pada saat itu.

-Old federal building

Berlokasi di jalan panglima bukit gantang, atau douglas road, bangunan dari gedung ini sempat beberapa kali direnovasi untuk perbaikan, setelah mengalami kerusakan akibat musibah gempa bumi. Sampai saat ini gedung old federal masih beroperasi, dan umumnya didatangi oleh para penduduk sekitar yang ingin meregistrasi kartu identitas mereka.

-Bulan bintang building

Dibangun pada tahun 1913, oleh Eu Tong Sen seorang pimpinan penambang timah dari Cina, juga pengusaha di Malaya, Singapore, dan Hongkong. Beliau dikenal karena balai pengobatan chinese miliknya yang bernamai Eu Yan Sang. Selama masa penjajahan Jepang bangunan ini digunakan sebagai tempat kediaman dari gubernur Perak, Mr. Kubota.

Nah itulah ke tiga puluh bangunan bersejarah di kota Ipoh yang termasuk kedalam Ipoh heritage trail. Perlu cukup banyak waktu dan tenaga, untuk dapat mengunjungi semua bangunan tersebut dalam sekali waktu, tapi saya rasa itu semua akan sebanding dengan banyak sekali nilai-nilai sejarah yang dapat dipelajari, sekaligus kita juga dapat melihat keindahan arsitektur dari gedung-gedung tersebut.

Setelah lelah seharian mengitari Ipoh untuk melihat mural dan heritage trail. Pada post berikutnya saya akan membagikan daftar tempat yang wajib dikunjungi untuk dapat menikmati berbagai makanan khas Ipoh, yang tentu saja sangat enak dan juga unik. So, thank you for reading this post (actually I think this is the longest post that I’ve ever made in my blog), and please kindly wait for the next post (hopefully I can publish it, still on this week). Happy reading guys, have a great journey, and have a good day ^^

Ipoh – The Historical City in Malaysia – Part 2, Mural Art Trail

Selain Penang, Ipoh adalah salah satu kota di Malaysia yang terkenal dengan street art atau mural art. Mural art ini merupakan bentuk karya seni berupa lukisan artistik yang terdapat pada dinding-dinding di sepanjang pinggiran jalan kota Ipoh.

Hampir sebagian banyak mural art yang ada di Ipoh ini, di buat oleh seorang seniman dari Lituania yang bernama Ernest Zacharevic. Seniman ini jugalah yang membuat mural art terkenal lainnya yang berada di George town, Penang. Hampir semua karya dari Ernest Zacharevic ini, mempunyai elemen tiga dimensi yang mampu membuat orang-orang yang melihatnya menjadi tertarik dengan karya seni tersebut. Tak heran, mural art ini menjadi sangat populer di George town, dan para travellers harus rela antri untuk mengambil foto disana. Untungnya hal ini tidak berlaku di Ipoh.

Kedai Sin Ma Mural

Mengikuti kesuksesan dari street art yang ada di Penang, pada tahun 2014 Ipoh membuat street art versinya sendiri yang dinamakan “The Mural Art Trail“, dengan tujuan untuk meningkatkan pariwisata dari ‘sleepy town‘ ini. Pengerjaan dari proyek mural art trail ini dilakukan dengan melibatkan kolaborasi antara dewan kota Ipoh, Ernest Zacharevic, dan lokal kopi brand dari Ipoh, yaitu Old Town White Coffee. Itulah sebabnya mengapa ada beberapa mural art di Ipoh yang berhubungan dengan kopi. Pada peta Ipoh mural art trail terdapat 9 lokasi dari street art yang dilengkapi beserta dengan kordinat dari GPS-nya. Namun sangat disayangkan, pada brosur Ipoh mural art trail sama sekali tidak disebutkan nama Ernest Zacharevic sebagai seniman pembuat street art tersebut. Jika diperlukan brosur Ipoh mural trail ini dapat diperoleh secara free di Ipoh Tourist Information Centre yang berada di Jalan Bandar, tak jauh dari stasiun kereta kota Ipoh.

Kelebihan dari berburu street art di kota Ipoh adalah suasana kotanya tidak terlalu ramai, berbeda dengan George town, turis yang berkunjung ke Ipoh masih belum terlalu banyak sehingga membuat kota Ipoh masih terasa begitu santai dan nyaman untuk dikunjungi. Kita dapat menghabiskan waktu selama yang kita mau untuk menikmati keindahan dari mural yang ada atau sekedar berfoto dengan street art yang tersebar di seluruh penjuru kota tanpa harus dihantui dengan antrian panjang dari turis lain yang ada di belakang kita. Sungai Kinta membagi kota Ipoh menjadi dua bagian, yaitu ‘old town’ dan ‘new town’. Nah sekarang mari kita bahas terlebih dulu street art apa saja yang ada di Ipoh Old Town.

Streer Art in Ipoh Old Town

Ipoh mural art trail melist ada 8 buah mural street art yang dapat ditemukan di Ipoh old town. Hal tersebut merupakan sebuah kekeliruan, karena sebenarnya hanya ada 6 buah mural yang dilukis oleh Ernest Zacharevic. Mural no 7 sudah dihapus, dan mural yang ke-8 itu bukanlah suatu single mural, melainkan sebuah jalur panjang street art yang dibuat oleh beberapa seniman disamping Ernest Zacharevic. Deretan street art ini juga berada di Ipoh new town dan disebut dengan ‘Mural Arts Lane’.

Daftar street art berikut ini bukanlah patokan urutan yang harus kalian lihat, tapi kalian dapat menentukan sendiri mural mana saja yang ingin dilihat, dan mencari lokasinya yang tersembunyi dan tersebar di beberapa point dari Ipoh old town. Hal tersebut tentu dapat membawa sebuah kegembiraan tersendiri untuk dilakukan ketika kita berkunjung ke Ipoh.

-Paman tua dan secangkir kopi

Mural pertama yang saya temukan, terlihat sangat jelas dan berada tepat di seberang dari Ipoh Tourist Information Centre. Mural ini dilukis pada salah satu sisi gedung dari cabang Old Town White Coffee yang ada disana, dan setelah melihat mural ini saya tentu saja juga mencoba secangkir kopi dan roti kaya yang terkenal milik mereka, sebelum melanjutkan perjalanan saya ke tempat berikutnya.

Lokasi: Pada bagian samping old town white coffee padang outlet, seberang Ipoh Tourist Information Centre, Jalan Tun Sambanthan.

-Pesawat kertas

Mural ini berada tak jauh dari mural pertama di atas. Dari jalan tun sambanthan tinggal berjalan terus sampai menemukan area parkir mobil dekat ujung jalan sheikh adam. Lihat ke sisi sebelah dari bangunan standard chartered bank dan pesawat kertas raksasa ini ada di bagian atas dindingnya. Ide kreatif dibuatnya mural ini adalah untuk mewujudkan impian masa kecil, dimana anak-anak menginginkan sebuah pesawat kertas besar yang dapat ditumpangi dan terbang membawa mereka menuju ke suatu tempat yang baru.

Lokasi: di jalan Tun Sambanthan, dekat ujung jalan Sheikh Adam.

Kopi – O

Masih lanjut berjalan dari jalan tun sambanthan, melewati jalan sultan yusof dan jalan bandar timah. Lalu akan terlihat jalur area parkir mobil yang cukup besar. Jika kalian melihat ke arah atas, lukisan mural lima buah kantong es kopi-o terpampang di samping dari bangunan tersebut.

Mural ini sangat menarik perhatian, bukan hanya karena ukurannya yang besar, tapi juga karena lukisan dari kantong plastik kopi-o ini yang sangat terlihat nyata, lengkap dengan detail tetesan embun esnya. Kopi-o adalah minuman lokal khas Ipoh, dibuat dari biji kopi yang dipanggang bersama margarin dan gula, lalu diseduh dengan air panas dan diberi beberapa potongan es batu. Kopi-o ini mempunyai rasa dominan pahit dengan sedikit rasa manis dan after taste yang terasa sedikit asam di lidah. Mural kantong plastik yang berisi es kopi-o ini terasa sangat hidup dan membuat orang yang melihatnya jadi ingin segera mencoba kesegaran dari es kopi-o tersebut.

Lokasi: di area parkiran mobil jalan Tun Sambanthan, berseberangan dengan Maybank.

-Humming bird (burung kolibri)

Lukisan mural dari burung cantik ini berdekatan dengan mural kopi-o. Dinding tanah pembatas membagi dua lahan area parkir mobil tersebut, tapi kita masih dapat berjalan melewatinya. Sekarang kalian seharusnya sudah berada di jalan panglima dan mural dari humming bird ini berada tepat di sisi kanan jalan.

Sedikit catatan, jika kalian melihat posisi dari street art ini pada map mural art trail yang ada di website Ipoh tourism board atau map yang diberikan dari tourist center, kalian mungkin akan merasa bingung karena lokasi yang ditunjukan oleh map tersebut tidak begitu jelas dan berbeda dengan lokasi aslinya.

Lokasi: di jalan Panglima, antara jalan Bandar Timah dengan jalan Bijeh Timah

-Evolution

Melanjutkan perjalanan dari jalan panglima sampai ke persimpangan jalan bijeh timah. Kalian akan menemukan kembali sebuah area luas parkiran mobil di sisi sebelah kiri jalan. Didepannya terdapat barisan ruko-ruko yang menjual beraneka jenis makanan, dan tepat di sebelah museum Han Chi Pet Soo dan Ho Yan Hor, mural street art evolution ini dilukis pada sisi dinding dari gedung bangunan museum tersebut. Lukisan mural evolution ini menggambarkan sejarah dari penambang timah di Ipoh, yang dibuat dengan gaya lukis tradisional Chinese menggunakan tinta hitam sebagai catnya.

Lokasi: di jalan Panglima, sisi dinding dari museum Han Chi Pet Soo dan Ho Yan Hor.

-Becak

Mural becak yang terkenal ini berada di ujung jalan market, seorang paman tua sedang memuat kantong sampah dan kardus bekas ke atas becak miliknya. Street art ini cukup popular di kalangan para turis yang berkunjung ke Ipoh, karena mereka dapat berfoto di sini sambil bergaya dengan menggunakan becak asli yang terpasang ke dinding bersama mural tersebut.

Lokasi: di jalan ujung jalan Market dan jalan Bijeh Timah.

-Anak kecil dengan bangku dan sangkar burung

Sangat disayangkan sekali mural yang satu ini, sudah tidak dapat lagi kita lihat di Ipoh. Pada Oktober 2017, sang pemilik bangunan menghapus lukisan karya Zacharevic tersebut. Mural ini menggambarkan seorang anak kecil perempuan, sedang naik ke atas bangku untuk meraih sebuah sangkar burung tiga dimensi (real objek). Zacharevic sendiri tidak merasa marah dengan penghapusan karyanya itu, sebagai seorang seniman dirinya menganggap jika peristiwa tersebut hanyalah merupakan suatu perubahan bentuk dari karya street art miliknya. Sebuah karya yang memiliki suatu nilai seni abadi akan terus terekam di setiap memori para penikmatnya, meskipun karya itu sudah memudar atau bahkan menghilang tergerus oleh waktu.

Other Street Art in Ipoh Old Town

Selain ke enam street art karya Zacharevic yang ada pada mural art trail, masih ada juga mural lainnya yang tersebar dan tersembunyi di seluruh area Ipoh Old Town, sebagai berikut:

Mural Art Lane in Ipoh New Town

Seperti yang sudah sedikit di bahas pada bagian awal post ini, mural ke 8 pada Ipoh mural art trail bukanlah karya dari seniman Ernest Zacharevic, melainkan sebuah deretan mural yang dilukis di sepanjang lorong sebuah jalan yang ada di Ipoh new town. Deretan mural ini disebut ‘Ipoh mural arts lane’ yang berada di sisi lainnya dari sungai Kinta. Mural arts lane adalah serangkaian walls art yang di buat oleh Eric Lai, seorang guru seni dari daerah pinggiran kota Bercham, di Ipoh. Terinspirasi dari karya Zacharevic, mural yang dibuat oleh Eric Lai mengangkat kekayaan warisan budaya dari Ipoh dengan cara yang jauh lebih menyenangkan.

Lokasi: berada di antara jalan Masjid dan jalan Sultan Iskandar, Ipoh new town.

Sementara beberapa lukisan masih dalam kondisi yang baik, ada juga beberapa yang sudah mulai memudar dan memerlukan perbaikan. Ipoh sudah menjadi sebuah kota yang unik, terutama bagian dari area old town yang dipenuhi dengan nilai sejarah dan budaya lokal setempat. Akan sangat disayangkan sekali jika pemerintah lokal dari kota Ipoh, tidak melakukan sesuatu untuk menjaga dan melestarikan keindahan dari seni mural yang luar biasa tersebut. Mural yang ada di Ipoh ini sudah menjadi bagian dari warisan budaya dan sejarah para penduduk lokal disana, oleh karena itu sudah seharusnya dapat terus dijaga jangan sampai satu per satu menghilang dan menjadi terlupakan begitu saja.

Okey, so here is the ending for the 2nd part of my post about Ipoh. Semoga saja postingan ini dapat memberikan informasi yang berguna dan juga menginspirasi, and please kindly wait for the next part of my post, yang akan masih tetap membahas mengenai trip terakhir saya ke Ipoh beberapa saat yang lalu. Happy reading guys and have a good day ^^

Ipoh – The Historical City in Malaysia – Part 1, How To Get To Ipoh

Ipoh adalah ibu kota negara bagian perak, di Malaysia. Terletak di bagian utara dari kota terbesar di Malaysia, yaitu Kuala Lumpur. Ipoh yang pada awalnya hanya merupakan sebuah desa, kemudian berkembang dengan pesat menjadi sebuah kota dengan adanya penemuan tambang timah secara besar-besaran pada sekitar area daerah tersebut.

Tambang Timah di Ipoh

Beberapa tahun belakangan ini, Ipoh menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat populer di Malaysia. Dikalangan para wisatawan, kota Ipoh sangat terkenal sekali dengan keindahan arsitektur bangunan-bangunan yang bersejarah, dan juga wisata kulinernya yang sangat enak dan khas. Selain itu Ipoh juga dinobatkan sebagai kota terbersih yang ada di Malaysia.

Bendera dan Simbol kota Ipoh

Nah, di part pertama dari postingan saya mengenai trip ke Ipoh ini, saya akan membahas dan menjelaskan mengenai, bagaimanakah cara kita menuju kota Ipoh tersebut, jika kita akan berangkat dari kota Kuala Lumpur.

Pertama kita harus menuju KL sentral station untuk membeli tiket kereta menuju Ipoh. KL sentral adalah station terbesar yang ada di Kuala Lumpur, di sini kita tinggal langsung menuju counter tiket kereta antar kota yang ada di bagian lobi timur dari KL sentral. Pada counter tersebut kita dapat membeli tiket kereta ETS dengan tiga kelas yang berbeda, yaitu silver, gold, dan platinum.

Kelas ini ditentukan oleh kecepatan kereta. Kelas Platinum merupakan kelas yang paling cepat karena hanya berhenti di beberapa stasiun atau bahkan tidak berhenti sampai tiba di tujuan. Karena paling cepat, maka kelas Platinum merupakan kelas yang paling mahal dan kelas Silver merupakan yang paling murah. Saya sendiri waktu itu terpaksa membeli tiket dengan kelas platinum seharga 46 ringgit, karena sudah tidak ada lagi seat yang tersedia di kelas ETS lainnya. Oleh karena itu saya sangat menyarankan sekali, sebaiknya tiket ETS tersebut dibeli by online saja sebelumnya, lewat website resmi https://www.ktmb.com.my terutama jika kalian ingin berkunjung ke Ipoh saat weekend atau pada hari libur nasional lainnya yang ada di Malaysia.

Setelah mendapatkan tiket yang kita beli, berikutnya kita tinggal menunggu kedatangan kereta tersebut di peron hall B, dan ketika kita akan masuk kedalam kereta, kita harus menunjukan tiket yang kita miliki pada petugas penjaga yang ada di sana, lalu menuju ke gerbong kereta yang sesuai dengan apa yang tertera pada tiket kita. Di bagian dalam kereta ETS terdapat barisan kursi berwarna merah yang dilengkapi dengan sebuah meja lipat dan juga pijakan kaki, yang dapat digunakan jika diperlukan untuk kenyamanan kita selama perjalanan, dan juga perlu di ingat jika kita hanya boleh duduk di kursi yang sesuai dengan nomor seat yang tertera pada tiket ETS kita.

ETS kelas platinum dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap, seperti LED TV disetiap gerbongnya yang menayangkan berbagai tontonan atau film menarik untuk kita nikmati sepanjang perjalanan. Untuk menyimpan tas dan koper yang kita bawa, disediakan dua buah kompartmen rak bagasi yang berada di bagian dekat pintu masuk setiap gerbong. Fasilitas toilet yang ada di dalam ETS sangat bersih sekali dan juga ramah terhadap orang yang berkebutuhan khusus. Jika di tengah perjalanan kita merasa lapar, ada fasilitas cafe n bar di gerbong C yang menjual beberapa jenis makanan dan minuman, mulai dari nasi lemak, sandwich, mee goreng, hot coffee, warm tea, dan beberapa minuman dingin yang dapat dicoba ditengah perjalanan. Harga dari makanan dan minuman tersebut pun masih cukup terjangkau, yaitu mulai dari 5 – 10 ringgit untuk setiap menunya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 3 jam, akhirnya kereta ini tibalah juga di stasiun kota Ipoh, yang juga merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di Ipoh. Dari Ipoh railway station menuju ke pusat kota sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi jika merasa malas untuk berjalan kaki, dapat juga memesan Grab yang tersebar luas di kota Ipoh ini, dengan tarif yang berkisar mulai dari 6 – 10 ringgit saja.

Nah, sampai di sini dulu, postingan saya mengenai kota Ipoh, part bagian yang pertama. Di part berikutnya saya akan men-share mengenai tempat-tempat wisata yang wajib di kunjungi jika kalian ke Ipoh, dan aneka makanan khas Ipoh yang juga wajib sekali untuk kalian coba dan cicipi.

Hopefully this post can give you some useful and inspiring information. Happy travels and happy tummy, guys ^^ Have a good day !

The Suck Reality of Education World in South Korea – SKY CASTLE

In the beginning of this 2019, Korean drama viewers made a big scene with the presence of one great family drama called ‘Sky Castle‘. This drama spin a story about life of 4 families, who lives in an elite house area named sky castle. There’s be so many veteran actors and actress who join up as the cast lines in this drama, with their good quality acting skill, it make sky castle become one Korean drama that get the highest national viewers rating in the first semester of 2019.

Sky Castle Drama Cast

Sky Castle Synopsis

The sky castle main story is centered, on the glamorous life of four families in one elite rich housing complex named sky castle, which are the family of Dr. Kang, Dr. Woo, Dr. Park / Dr. Hwang, and Prof. Cha. The four families are come from doctors and professor family background, who works at the foundation of joonam university. With a prestigious degree, and high level position of their own, all this family certainly have a burden to make their children, to get at least the same level of education and title like they have .

Story starting with an exclusive and private celebration party that held by Dr. kang wife’s (han seo jin) to congrats ‘young jae’, the one and only son of Dr. park who pass the exam, and get accepted at University National of Seoul (UNS), in medical department. She hold that party was certainly not unintentional. Han seo jin was hoping to get a secret tips how young jae, can be accepted at that Korean prestigious university. As the wife of a Dr. Kang who won the highest score and rank in UNS, han seo jin has a great ambitions that her oldest daughter ‘yeh suh’ can also be accepted in that university.

Sky Castle Tree Relation

Not only han seo jin who has that hidden intention. Noh seung hye, Prof. Cha wife’s also have the same purpose, as her twin sons also had entered the same high school with yeh suh. After they make intense persuasion, finally the parents get access to attend a private event which is the selection of the best tutor for high school students. Han seo jin at the end success managed to get the same tutor who ever have trained park young jae, and that tutor name’s is kim joo young.

Dr. Park / Young Jae Family

Tragically, just some time after that party, young jae mother’s found died near frozen lake because of committed suicide, she shot her head with a bullet from her husband shotguns. Get a hit with the death of his wife, Dr. Park resigned from his job, and leave his house at sky castle. Later han seo jin was finally found that young jae actually feel distressed with the demands from his parents, who wants him to enter the medical department in UNS. Because of coach kim whispers, young jae survive to keep learning, but at the same time he also holding a grudge and hatred toward his parents. He wrote about all of his feelings in his daily journal, and then given its to his mother.

After Dr. Park leave the sky castle, Dr. Hwang and his family was appointed as the new tenant in sky castle housing complex. Looks different compared to other families, Dr. Hwang family are very relaxing with their children education. Woo Joo, their only son even study without participate in the guidance or receive tutoring from anyone. The presence of Dr. Hwang family bring a new winds in sky castle. So many conflicts happens and of course it changed the life of all family who stay in sky castle.

4 Types of parents in Sky Castle

>Dr. Kang Family

Dr. Kang Family

Dr. Kang Jun Sang is descended from doctor family. It makes his mother having a demand to keep continue this tradition from one generation to the next generations. To achieve his mother ambitions, kang jun sang then growth to be someone who materialist and very opportunist. He also would not overly concerned about the education of his two daughters because he very certain and feel over confident with their ingenuity.

His wife, han seo jin come from a very poor families and drunken father. With her family background, han seo jin always trying to provide all the best things for her two lovely girls, especially in the terms of education. She even hide and cover anything about her past so that both of her daughters won’t feel any shame about their mother.

In addition, the expectations of her ambitious mother in law, also increased the burden shouldered by seo jin. It makes her image often spotted justify the means of everything only for the shake of her daughter educations. Because of that, even thought she is despite knowing all the crimes that committed by coach kim, she still tried to close her eyes and let yeh suh influenced by coach kim. The goal is only one, that is to make yeh suh enter the UNS medical departments.

>Prof. Cha Family

Prof. Cha Family

Every time prof. cha talking to his children about how important to be the number one, this father always bring up the story about his childhood memory that live in a small house and come from very poor family. With that life background, professor. cha become very obsessed with the pyramid principle that said if the top social and high rank position is the best to achieve. Ironically, all his children are always against to his father wishes.

Different with her husband, noh seung hye actually more relaxed in education of her sons and daughter. Her figure is more prioritize the happiness of all her children rather than forced them to study and learn. At the early episode, she looks very scared with prof. cha, but then on the next episode she show and prove that she is a smart mother and have a unique way to face her husband whom little bit authoritarian.

>Dr. Hwang Family

Dr. Hwang Family

Dr. Hwang family can be said as the most democratic type of parents among the other families. This couple equally derived from the middle class but very successful in their education. Dr. Hwang was born as an orphan and raised in one orphanage, belonging to lee so im (his wife) parents. Warm and friendly figure of him, can be said as the type of ideal father and husband.

And for Lee so im as Dr. Hwang wife’s, maybe because she has been raised by parents who manage an orphanage, she then grow as a willowy mother who deeply care with children. Even she just a step mother, but she managed to ingratiate Woo Joo, and loved him as his own mother drove.

>Dr. Woo Family

Dr. Woo Family

Jin jin was come from a rich families. In term of her son education, soo han, Jin jin is not very different with other type of mothers in Korea. She wants so bad, that soo han can be a good and smart student in school. That’s why she very close and idolizes han seo jin in her totality to educate all her childrens.

But on the other hand, she sometime seen become wishy washy with her own decision to not let soo han study very hard. At the end, Jin jin try so many ways and methods that she get from her neighbor to teach soo han. And about Dr. Woo, his character as one husband who very afraid to his wife, and let Jin jin to take a fully control of his little family.

Coach Kim, the main antagonist in this drama

As one of the best family drama in Korea, we can take so many good message and lessons from sky castle, for example every parents must be have a great ambition to see and make their children be success person, but still have to be remembered, if every kids, of course will have a different skills and personalities. Demands from parents to children that too much, can affected their physiological condition and behavior. And never believe and hang on your life into someone else that you can’t really trust, like coach Kim Jo Young.

Overall, I really recommend you to watch this drama, because a very good story lines and also great acting skill from every cast, especially my favorite characters, Han Seo Jin and Kim Jo Young that really success in playing my emotion as the viewer. I think JTBC as the Korean TV cable channel have to be very proud, because sky castle drama have leveled up their viewer rank, and they also have to start to create another new drama that even better than sky castle. Last I will give score 10 out of 10 to sky castle, and someday I will re watch again this drama.

So thank you guys, for read this post, and I hope all of you can enjoy to watch this great drama. Happy watching ^^

First Try ‘Bigul’ in Bandung

Jika kita mendengar kata ‘bigul’ atau babi guling, hal lain yang langsung terlintas dalam pikiran kita pasti adalah Bali. Yes, makanan super lezat ini memang banyak sekali dapat kita temui di berbagai daerah di pulau Bali, dan sudah menjadi sebuah tradisi juga, untuk menghidangkan babi guling tersebut dalam beberapa kegiatan upacara adat atau acara-acara penting keagamaan para masyarakat lokal yang ada di sana. Selain itu bigul ini juga sudah menjadi seperti makanan khas, yang wajib kita coba setiap berlibur atau berkunjung ke Bali. Tak heran, saat ini ada banyak warung, rumah makan, bahkan hotel-hotel di Bali yang menjual babi guling sebagai makanan andalan mereka.

Nah buat kalian yang belum tahu dan juga belum pernah mencicipi bigul itu seperti apa. Bigul ini dibuat dari satu ekor babi utuh, yang bagian dalam perutnya sudah dibersihkan dan di isi dengan berbagai macam bumbu, rempah-rempah dan juga aneka sayuran untuk menambah aroma dan cita rasa dari babi guling tersebut. Kemudian babi itu akan dimasak dengan cara di panggang di atas bara api, sambil terus diputar-putar, sampai benar-benar matang, sehingga kulit luarnya menjadi sangat garing, namun bagian dalam dagingnya masih tetap empuk dan juga juicy.

Warung Bigul Nyoman Nuel

Untuk kalian yang berdomisili atau tinggal di kota Bandung. Sekarang kalian tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke Bali, untuk dapat menikmati kelezatan bigul tersebut. Karena sejak dari tahun 2015 yang lalu, telah dibuka sebuah warung bigul, di daerah jalan kebon jati kota Bandung, dengan nama ‘Warung Nyoman Nuel’, yang menjual babi guling super enak, dengan rasa yang begitu otentik khas Bali, sesuai slogan dari warung mereka yang berbunyi ‘Bigul paling Bali se Bandung !!!‘.

Selain menyediakan berbagai menu bigul porsian atau ala carte, di warung nyoman nuel ini juga tersedia menu paket yang dapat kalian pilih dengan range harga mulai dari Rp. 25.ooo untuk paket nasi bigul super hemat, sampai dengan harga Rp. 60.000, untuk paket nasi bigul campur super spesial yang begitu lengkap dan sangat memuaskan tentunya.

Satu porsi nasi bigul campur super spesial, terdiri dari babi panggang, babi original, sate lilit, sate plecing, babi krispy, kerupuk kulit babi, sepotong kulit krispy, dilengkapi dengan bumbu bali, pepes daun singkong, lawar kacang panjang, sambal matah, dan semangkuk sop balung khas bali. Overall jika kalian memilih paket super lengkap ini, kalian dijamin akan merasakan kepuasan dari sepiring nasi bigul, yang kaya akan rasa dan juga aneka tekstur yang pastinya akan memanjakan lidah kita.

Bagian yang paling saya suka, dan menjadi favorit saya setiap kali berkunjung ke warung nyoman nuel, adalah babi krispy dan juga kulit babi krispy yang begitu menggiurkan. Satu porsi babi krispy di bandrol dengan harga Rp. 30.000, sedangkan untuk kulit babi krispy di jual per potong dengan harga Rp. 6000. Selain itu, buat kalian para pecinta sambal matah, kalian juga dapat menambah sambal tersebut secara terpisah, seharga Rp. 15.000 saja per porsinya, dengan rasa pedas yang pas, dan juga sedikit rasa asam yang menyegarkan.

Nasi Tumpeng Bigul

Untuk merayakan sebuah acara spesial tertentu, seperti ulang tahun misalnya, jika kalian merasa bosan dengan nasi tumpeng yang itu-itu saja. Kalian dapat coba untuk memesan nasi tumpeng bigul dari warung nyoman nuel yang lain daripada yang lain, dengan harga yang masih terjangkau dan dapat disesuaikan dengan permintaan kalian sendiri.

Sebagai tips dan informasi terakhir dari saya, jika kalian ingin mencoba bigul di warung nyoman nuel ini. Sebaiknya kalian menggunakan ‘Go-Pay’ untuk pembayarannya, karena kalian akan mendapatkan diskon sebesar 20% yang tentunya sangat menguntungkan sekali, dan juga dapat menghemat pengeluaran kita. So for the last, seperti biasa saya akan menaruh peta dan alamat lengkap dari warung nyoman nuel, di bagian bawah post ini.
Hopefully this post can give you some useful and inspiring information. Happy travels and happy tummy, guys ^^ Have a good day !

WARUNG BIGUL NYOMAN NUEL

Alamat: Jl. Kebon Jati No.200, Kb. Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181

Open daily from 08.00 – 21.30

Telepon0878-2258-6088

Legendary Bread in Paris Van Java

So many people said, that it will be not complete if you come to Bandung without visiting the famous and legendary ‘Sidodadi bakery‘.

Sidodadi bakery

Sidodadi bakery is located in Otto iskandardinata street number 255, Bandung city. Its not too far from the city center of ‘Alun-alun Bandung’. Small size of this store and the hidden board signage, often make so many newcomers confuse and feels very difficult to find this legendary bakery. This bakery opens daily start from 10.00 until 22.00. But because of all items in this bakery are bestseller, sometimes everything get sold out before reach noon.

Sidodadi Bakery was opened for the first time in 1954. In the beginning, Sidodadi is only produce a ‘carabikang cakes‘ that made from rice flour. Until now, that cake is still be sell and produce traditionally. Every visitors can view directly the process of making this cake in front of the store. Carabikang is sold for Rp. 12.000 per dozen, and there’s be three kinds of flavor that you can choose, which are coconut for the white colors, pandan for green, and brown sugar for the brown ones.

In 1960, Sidodadi for the first time sold their breads that produced traditionally handmade without using any machinery, and without preservatives, so its only can stand for 3 until 4 days. The production process of bread making, spends one night, and the shaping process will be carried on the next morning.

The Sidodadi bread’s ingredients consist of flour, butter, sugar, egg, milk, and salt. Dense texture of its, often make every people who eat that, become easily feels full. This thing of course very different if we compare them with the present and modern type of bread, like coming from ‘Breadt*lk’ brands for example, that have softer and fluffy texture.

Sidodadi keep maintained the traditional production process until now. But they make a lot of innovation in the terms of bread’s flavor and variants. Today, Sidodadi offers more than of 30 bread’s variant in small size and also big ones. For the small size bread, the best seller variants are corn, ‘krenten‘ (raisins), chocolate cheese, pineapple, kaya jam, corned beef cheese, sausage, and smoked beef. Its price start from Rp. 3.100 – Rp. 4.800. Then for the big size bread, they have chocolate frans bread that sold for Rp. 13.000, and fresh loaf bread that sold for Rp. 16.000.

My most favorite bread from Sidodadi is the horn bread, which has shape like a cone. Its filled with vanilla or chocolate custard, that very tasty and delicious, but not too sweet enough for me.

my favorite horn bread

On the opposite side of Sidodadi bread’s display, they also sell some kinds of traditional nyonya kue and savory snacks like prawn fritter, ‘glutinous rice bak cang‘ ‘siomay‘, ‘risolles‘, fried ‘lumpia‘, and ‘baso goreng‘.

nyonya kue and savory snacks display

As the signature and uniqueness from Sidodadi bakery, they have a very special packaging for all their products. The packaging is made from white color plastic bag, with picture of one woman who brings a loaf of bread. On the bottom side of the package, is written an old appeals, such as “jadilah peserta KB lestari” (join up with government planned family program), and “buanglah sampah pada tempatnya” (throw garbage into their place). This packaging add an old times impression from Sidodadi bakery, I think the owner want to keep that kind of impression, because they never change their packaging since a long time ago. Even on a certain day, all female workers in Sidodadi are wearing the traditional costume that called ‘kebaya‘.

Sidodadi products packaging

On my last time visit to Sidodadi, I see some new food stall that standing very close with Sidodadi’s store. The first one is ‘cimol garing‘, a very crispy and crunchy version of cimol that I often tried before in Bandung. Then the second one is ‘telur gulung‘ or deep fried egg roll that very delicious and will make you feel addicted to try it again and again.

For the last, I will enclose the screenshot of google map that you can follow, to reach and find the Sidodadi bakery store, with their full address , so you can visit and try by yourself their legendary breads, when you come to Bandung city, someday. Hopefully this post can give you some useful and inspiring information. Happy travels and happy tummy, guys ^^ Have a good day !

Toko Roti Sidodadi

Alamat: Jl. Otto Iskandar Dinata No.255, Karanganyar, Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40241

Opens daily from 10.00 AM – 08.00 PM

Telephone(022) 4203361